Selasa, 15 September 2020

DIMANA AKU KEHILANGAN ORANG YANG KU CINTAI, AKU JUGA KEHILANGAN DIRIKU SENDIRI

馃槆 

HILANGNYA BOCAH MALANG   An.‘’MARESETIA GEA’’ 8 TAHUN
YANG TAK TAHU KEBERADAANYA

YANG DIBAWA OLEH PAMAN KANDUNGNYA SENDIRI
TANPA PERSETUJUAN OLEH IBU KANDUNGNYA
DI DESA FULOLO SALO’O, KECAMATAN SITOLU ORI , 
KABUPATEN NIAS UTARA

 


Foto : Marsetia Gea (8) Tahun




Kelahiran seorang anak selalu dinantikan oleh keluargannya. Sejak dalam kandungan seorang ibu menjaga agar buah hatinya kelak lahir sempurna. Lantas apa jadinya jika seorang ibu yang telah mengandung dan memiliki ikatan batin dengan anaknya harus kehilangan sosok gadis kecilnya ? tentu hal ini membuat hati dan perasaan ibunya merasa sedih dan terpukul. Ini lah yang saat ini yang sedang dialami oleh Samaria Zega alias Ina Dana yang kehilangan malaikat kecilnya Maresetia Gea yang masih berumur 8 Tahun yang dibawah oleh paman kandungnya sendiri SZ alias Ama Tia Zega tanpa persetujuan ibu kandungnya yang kejadiannya di Desa Hilisalo’o Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara, tentu perasaan  kehilangan seorang anak tidaklah bisa digambarkan dengan kata-kata dan sebagai seorang ibu mengetahui keadaan seperti ini merupakan pukulan batin baginya, wajar bila terlalu lama larut dalam kesedihan yang mendalam.

 

Ibunya hanya berharap dan berdoa kepada Tuhan agar mendapat keajaiban agar anaknya kembali kepangkuan ibunya dalam kondisi apapun. Saat ini ibunya hanya bisa menagis,menangis, dan menangis sepanjang hari memikirkan anaknya, makan pun tidak terpikir dan badan terasa lemah,letih, dan lesu yang membuat kondisi kesehatannya menurun apalagi ibunya sudah lanjut usia yang kondisi tubuh semakin lemah. Dalam tidurpun dia berharap walaupun singkat dia ingin bertemu dan memeluk anaknya, saya sebagai Penulis tersentuh melihat kondisi ibu Samaria Zega Alias Ina Dana …………………..sehingga terbayang dibenak bagaimana jika peristiwa yang dialami oleh ibu ina dana terjadi dalam keluarga saya (Penulis) ? ……….. saya tidak bisa berkata apa-apa.

 

Ibu Ina Dana dan suaminya adalah keluarga yang sederhana dan hanyalah seorang petani pederes karet, hanya mendapat hasil 3 Kg karet/hari dan memiliki 5 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki yang hidupnya pas-pasan untuk memenuhi kehidupan keluarganya sehari-hari, dan saat ini semakin susah sehingga untuk membeli kebutuhan beras saja sangat susah, ibaratnya ‘’Hidup mereka seperti induk ayam dan anak ayam’’ kerja hari ini untuk makan hari ini ungkap ayah marsetia gea. Ada sesuatu yang bisa dimakan hari ini mereka mensyukurinya kalau tidak ada, mereka mencarinya begitulah kondisi mereka saat ini. 


 
 a. Ayah Maresetia Gea (Bedali Gea Als. Ama Dana)

      b. Ibu Maresetia Gea (Samaria Zega Als. Ina Dana)


Saat ini kedua orang tua marsetia gea  dan keluarga  sudah lelah dan capek bahkan pikiran mereka sudah buntu dengan berbagai usah untuk mencari dan menemukan keberadaan anaknya yang tidak tahu keberadaannya sejak dibawa oleh SZ alias Ama Tia Zega yang tidak lain adalah paman kandungnya sendiri. Yang secara nalar dan logika bahwa tidak mungkin seorang paman bisa lalai menjaga keponakannya yang masih berumur 8 tahun yang kronologi kejadiannya dilanjutkan oleh Penulis …………..

 



Dok. Penyerahan Surat Kuasa permohonan pendampingan oleh LSM GMBI WILTER KEPULAUAN NIAS : Happy Agusman Zalukhu dari Pihak Keluarga Korban 

 


 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Berdasarkan peristiwa diatas perkenalkan, kami dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Bawah Indonesia Wilter Kepulauan Nias (LSM GMBI) menulis artikel ini karena kami merasa tergugah & terpanggil untuk memperjuangkan dan mengawal kasus ini sampai tuntas, yang saat ini prosesnya sedang berjalan diwilayah Hukum Polres Nias dengan LP : Nomor B/168/VIII/2020/Reskrim Pada Tanggal 06 Agustus 2020.

Kami memang tak sedarah namun karena kami merasa tergugah dan terpanggil dari sisi kemanusiaan karena melihat kondisi keluarganya saat ini dapat dikatakan kurang mampu, inilah yang membuat hati kami tergerak sekaligus merasakan perihnya batin keluarga terutama ibu kandungnya an. Samaria Zega Alias Ina Dana dan ayah An. Bedali Gea Alias Ama Dana Gea yang anaknya dibawa oleh paman kandungnya sendiri an. Sozaro Zega Alias Ama Tia Zega di desa Hilisalo’o Kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara yang kondisi keponakannya Maresetia Gea hingga saat ini masih belum kembali kepangkuan ibu kandungnya.



Kronologis Kejadian Sesuai di TKP Hilisalo’o,  01 Agustus 2020 :

Berikut Kronologinya :


1.  Pada hari jum’at saya yang bernama SAMARIA ZEGA Als. Ina Dana saya ditelpon oleh saudara kandung saya An. BAZATULO ZEGA Als. Ama Apostol Zega, untuk datang kerumah untuk mengantar jujuran, dipernikahan anaknya di masa yang akan datang.

 

2.  Pada sore hari, jum’at 24 Juli 2020 sekira pukul 19.00 wib An. TORI ZEGA anak kandung dari BAZATULO ZEGA Als. Ama Apostol Zega, datang kerumah kami di La’uso Dusun II Desa Fulolo Salo’o untuk menjempu saya bersama anak saya An. MARESETIA GEA (Korban). Pakai sepeda motor berhubung kendaraan kami sudah rusak. Dan tak lama kemudian kami berangkat menuju rumah abang kandung saya An. BAZATULO ZEGA Als. Ama Apostol Zega di Hili Salo’o dan sampai sekira pukul 21.00 wib, dan kami bermalam disana.

 

3.    Keesokan harinya pada hari sabtu 25 Juli 2020, berhubung tidak ada sepeda motor yang kosong untuk berangkat mengantar jujuran di simandraolo Kecamatan Lolowa’u, akhirnya saya dan anak saya MARESETIA GEA, lebih memilih jaga untuk jaga rumah abang kandung saya BAZATULO ZEGA Als. Ama Apostol Zega.

 

4.    Sekira pukul 16.00 wib , anak saya bangun dan dia berjalan sambil pegang boneka menuju jalan depan rumah, dan tidak lama kemudian terdengar anak saya An. MARESETIA GEA , dipanggil oleh paman kandungnya An. SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA dan tidak lama kemudian anak saya MARESETIA GEA (Korban) datang menghampiri saya untuk menitip kunci rumah yang disuruh oleh pamannya SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA kepada saya. Dan sambil ia pamit kepada saya untuk ikut pamannya dikebun yang berjarak sekitar 2 Km dari rumah. Yang alasannya untuk menjaga anak kecil yang berumur 2 tahun , cucu dari SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA dan hal itu, tidak saya izinkan, akan tetapi anak An. MARESETIA GEA (korban), bersikeras untuk memilih pergi bersama pamannya dikebun.

 

5.     Sekira pukul 19.00 wib I. TIU istri kedua dari SOZARO ZEGA meminta kunci rumah yang dititip oleh suaminya kepada saya, dan sekalian saya memberitahu I.TIU (istri kedua SOZARO ZEGA) bahwa tadi sore anak saya MARESETIA GEA ikut bersama suaminya, dan malah I. TIU menanggapi aneh menurut yang saya lihat. dan I. Tiu mendengar informasi tentang kunci yang dititip Ama TIU kepada ibu korban melalui komunikasi telepon  dari Ama TIU.

 

6.    Sekira pukul 21.00 wib, I. Jese (menantu dari SOZARO ZEGA) memberitahu saya, yang disuruh oleh mertuanya An. SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA bahwa anak saya An. MARESETIA GEA sudah ditinggal diseberang sungai karena banjir, yang anak saya MARESETIA GEA setelah itu terduga An. SOZARO ZEGA malah tidur serasa tidak bertanggung jawab atas kehilangan anak saya. bahwa pada saat ibu korban mendengar informasi dari Ina Jese bahwa anaknya/(korban)  telah ditinggal dipinggir sungai oleh Ama TIA dan kemudian dia langsung menangis histeris dan langsung mendatangi rumah Ama TIA untuk menanyakan keberadaan anaknya, malah Ama TIA mengancam ibu korban dan berkata : '' KUBURLAH KELUARGA MU CARILAH KEHILANGAN MU KARENA KAMU MENIKAHKAN ANAK MU TANPA SEPENGETAHUAN KAMI, MAKANYA HAL INI TERJADI KEPADA MU'' dalam bahasa Nias “ko’o ko’o Jimateu, Alu alui gataya’么u and么 wa’alua kh么u daa B么r么 mel么 么kaoni ndaaga Me’么be’e Nihal么 Nonou”

 

7.   Pada keesokan harinya hari minggu tanggal 26 Juli 2020 sewaktu BNPB, BASARNAS,POLISI,TNI,dan warga melakukan pencarian, malah terduga An. SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA tidak membantu apa-apa. Dan kemudian, menurut keterangan ibu korban saat kejadian menyatakan bahwa pada saat kejadian yang menimpa anaknya, itu banjir tidak ada dan hanya setinggi lutut karena ibu korban langsung terjun ke sungai pada saat itu,  untuk mencari anaknya, 

 

8.     Kami kedua orang tua korban dan keluarga korban berasumsi kalau sebenarnya terduga An. SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA, tidak memiliki niat jahat kepada anak saya MARESETIA ZEGA (korban), terduga tidak mengajak anak-anak kecil ke kebun dalam kondisi cuaca hujan dan kenapa tidak memilih untuk dititip kepada ibu korban An. SAMARIA ZEGA Als. Ina Dana yang tinggal dirumah (A. Apostol Zega) yang tidak jauh dari rumah terduga sekitar kurang lebih 30 Meter.

 

9.    Mengajak korban an. MARESETIA GEA tanpa meminta persetujuan dari ibu korban An. SAMARIA ZEGA Als. Ina DANA GEA.

 

10 Berdasarkan kecurigaan para tim pencari dan tuntunan Para Normal mengarahkan pencarian di arah sebelah kiri pondok terduga. Sekitar kurang lebih 400 meter, kami mencium aroma bau menyengat yang dimana aroma bau menyengat tersebut semacam menghilang-hilang (dan aroma bau menyengat itupun tidak bisa dipastikan entah aroma bau apa) dan adapun kami yang merasakan mencium aroma bau tersebut antara lain :

 

a.      A. Hengki Gea

b.      A. Mare Gea

c.       A. Lestari Telaumbanua ( Kadus)

d.      A. Yuri Gea


 

11.  Lebih anehnya lagi pada hari kamis 30 juli 2020 keluarga terduga An. Ama Yaris Gea datang kerumah keluarga korban, adapun yang dibicarakan yakni : bagaimana kehilangan korban kita selesaikan saja masalah ini secara kekeluargaan, jangan sampai ke proses hokum lagi. Dan kami keluarga pihak korban melihat aneh dan memberi alasan agar kita bersabar dulu, agar pencarian korban sesegera mungkin dapat ditemukan baru kita membicarakan hal tersebut.

 

12.  Dan menurut penilaian kami keluarga besar korban diantara kedua keluarga kami yang ada di desa hilisalo’o, baik saudara kami An. BAZATULO ZEGA Als. Ama Apostol Zega maupun saudara kami SOZARO ZEGA Als. Ama TIA ZEGA terduga, hanyalah saudara kami An. BAZATULO ZEGA Als. AMA Apostol Zega yang merasa kehilangan dan bahkan selama 4 hari pencarian korban menyiapkan kebutuhan para pencari.

Harapan dari pihak keluarga korban dari Desa Fulolo salo’o atas kehilangan MARESETIA GEA dan terlebih-lebih dari kedua orang tua korban pada tanggal 25 Juli 2020 agar secepatnya bisa ditemukan dengan kondisi apapun baik secara utuh maupun tidak. Dan saat ini proses hukum sedang berjalan dengan LP : Nomor B/168/VIII/2020/Reskrim Pada Tanggal 06 Agustus 2020 di Polres NIAS.


Berdasarkan  penuturan dari keluarga korban kejadian hilangnya An. MARESETIA GEA ini kurang lebih 3 bulan belum ditemukan sama sekali sejak kehilangan 25 Juli 2020, dengan melihat kronologi diatas maka atas dasar kepedulian kemanusiaan, kami LSM GMBI WILTER KEPULAUAN NIAS yang diketuai oleh HAPPY AGUSMAN ZALUKHU telah diberi kepercayaan oleh Pihak Keluarga Korban An. SAMARIA ZEGA Als. Ina DANA GEA dan BEDALI GEA Als. Ama DANA GEA untuk mendampingi sekaligus mengawal kasus ini sampai tuntas. 


Kejadian yang menimpa Keluarga SAMARIA ZEGA (als. Ina Dana) dan BEDALI GEA (Als. Ama Dana) atas kehilangan gadis kecilnya An. MARESETIA GEA umur 8 Tahun yang sampai saat ini masih belum ditemukan dan menyita perhatian publik terutama setelah berita ini diangkat oleh beberapa media (link Media telampir) . Perjuangan keluarga untuk menempuh kasus ini kejalur hukum sudah diupayakan dan sedang diproses oleh penyidik POLRES NIAS,  dan  berharap cepat selesai sampai tuntas, dan tak lepas dari pendampingan dari LSM GMBI WILTER KEPULAUAN NIAS dalam mengawal kasus ini sampai tuntas.

Dalam hal ini keluarga sangat berterimakasih dan sangat berharap, jika ada pihak-pihak dermawan dengan sukarela  yang tergerak hatinya untuk membantu, dalam mengawal dan mendampingi kasus ini baik dalam bentuk dukungan LBH (Lembaga Bantuan Hukum) , ataupun dukungan materil dalam mendukung pihak keluarga dalam proses pencarian an. Maresetia Gea yang sampai saat ini masih belum ditemukan. Tentunya usaha-usaha yang dilakukan untuk proses pencarian korban ini melibatkan banyak personil dan membutuhkan dana untuk proses pencarian tersebut,maka dengan kerendahan hati jika ada pihak dermawan yang tergerak hatinya untuk berdonasi/menyumbangkan rejekinya bisa berdonasi melalui Nomor Rekening dibawah ini :

a.      Rekening BRI No. 1738-01-003679-53-1 an. BEDALI GEA  ( Rekening Ayah Korban)

(tolong lampirkan bukti transfer donasi melalui nomor whattshapp dibawah) :


Sumber :

Keterangan Keluarga Korban

 

Nomor Contac Person Keluarga Untuk Informasi Lebih Lengkap :

a.      Foriman Zega                          Hp. 0823 9086 8776

b.      Maretius Zega                         Hp. 0852 7077 1358 , 0821 1722 1049

 

Link Pemberitaan Media :

a.      https://etabloidfbi.com/dugaan-pembunuhan-bocah-malang-an-maresetia-gea-sedang-ditangani-oleh-polres-nias/

b.      https://fonna.id/kep-nias/pasutri-asal-nias-utara-histeris-minta-penyidik-polres-nias-ungkap-terduga-pelaku-pembunuh-anaknya/

c.       https://www.youtube.com/watch?v=mvgn0q5Rr80&fbclid=IwAR1wejoFG-ZOnHzRH_-22OJ12-SxFHa9b7-RsMfhbOuC5A_GieKNc7XZ4Qw

d.      https://www.facebook.com/100053401502074/videos/142581730865210/?extid=KUvGFrldlkNraeeV

e.      https://www.facebook.com/100053401502074/videos/139270657862984/?extid=0U7YnGX6nDP0IeKv

f.        https://www.facebook.com/100053401502074/videos/139269481196435/?extid=qv4wJM4qpu8cW2oK

g.      http://yayasanbhayangkaraperdana.com/anak-dibawah-umur-korban-pembunuhan/?fbclid=IwAR1wejoFG-ZOnHzRH_-22OJ12-SxFHa9b7-RsMfhbOuC5A_GieKNc7XZ4Qw

h.      https://mediaputrabhayangkara.com/penanganan-kasus-dugaan-pembunuhan-an-maresetia-gea-masih-tahap-penyelidikan-di-polres-nias/?fbclid=IwAR1wejoFG-ZOnHzRH_-22OJ12-SxFHa9b7-RsMfhbOuC5A_GieKNc7XZ4Qw

i.        https://www.buserbhindo.com/read/3412/dugaan-pembunuhan-maresetia-gea-telah-ditangani-polres-nias/?fbclid=IwAR1wejoFG-ZOnHzRH_-22OJ12-SxFHa9b7-RsMfhbOuC5A_GieKNc7XZ4Qw

j.        https://sumut.inews.id/berita/suami-istri-histeris-datangi-polres-nias-cari-keadilan-kasus-anaknya-yang-hilang?fbclid=IwAR1wejoFG-ZOnHzRH_-22OJ12-SxFHa9b7-RsMfhbOuC5A_GieKNc7XZ4Qw



























 

DIMANA AKU KEHILANGAN ORANG YANG KU CINTAI, AKU JUGA KEHILANGAN DIRIKU SENDIRI

馃槆  HILANGNYA BOCAH MALANG   An.‘’MARESETIA GEA’’ 8 TAHUN YANG TAK TAHU KEBERADAANYA YANG DIBAWA OLEH PAMAN KANDUNGNYA SENDIRI TANPA PERSE...